Header Ads

ABDUL MUIS : KEMENANGAN PASANGAN HUDA MURNI KEMENANGAN RAKYAT KAB.TASIKMALAYA

Pemilukada yang berlangsung 9 Januari 2011 lalu menyisakan berbagai isu pada kandidat yang menang. Isu yang bermunculan dari berbagai kalangan dan menjadi topik bahasan mendapat berbagai respon dari masyarakat, baik yang membenarkan ataupun yang mengacuhkannya.
Beberapa isu yang muncul dipermukaan diantaranya  masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT), money politik dan pengeplotan birokrasi.
Isu yang bergulir dari mulut ke mulut ini mendapat tanggapan serius dari salah seorang tokoh muda yang berkecimpung di dunia politik yaitu Abdul Muis. Menurutnya kemenangan padangan HUDA (H. Uu dan Ade) itu murni kemenangan konstituen dan kemenangan rakyat. Coba kita renungkan, terjadi kecurangan itu di wilayah mana? KPPS sudah menandatangani, saksi-saksi dari setiap calon di setiap TPS juga sudah menandatangani. Berarti sudah jelas, rakyat mendukung pasangan tersebut.
Setelah ditanya mengenai karakteristik pasangan HUDA mengapa bisa menjadi pemenang, sambil menghisap rokok dia menjawab,”masyarakat tasik kan tau, bahwa H. Uu Ruhzanul Ulum dan H. ade Sugianto pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Tasik yang berarti pernah menjadi wakil rakyat. Jadi pantas, dan rasional pasangan HUDA menang. H. Uu yang berasal dari  partai yang berbasic religi (PPP-red.)dan berasal dari kalangan pesantren, sementara H. Ade Sugianto berasal dari salah satu partai nasionalis (PDIP-red.). Perkawinan politik ini memang sangat serasi, tidak seperti pasangan lain yang hanya mengangkat salah satu sisi saja”.
Ketika dikonfirmasi mengenai masalah isu tentang DPT, moneypolitik dan pengeplotan birokrasi, sosok yang murah senyum ini menjawab dengan tegas,”masalah DPT itu tidak merugikan satu pasangan saja, melainkan semua calon jadi kenapa mesti diajukan ke MK?. Kalau mengenai moneypolitik dan pengeplotan birokrasi, kalaupun ada pengeplotan itu tidak berarti mendukung salah satu calon saja (HUDA-red.) adapula yang mendukung pasangan lain”.
Disinggung masalah pangajuan ke MK oleh lawan pasangan HUDA, mantan Ketua PMII Kab. Tasikmalya ini memberikan guyonan,“Jangan muka buruk cermin dibelah, tapi instropeksi dulu tim sukses di antara mereka, apakah benar-benar aktif konsolidasi ke masyarakat atau hanya main-main saja?. Coba pikir, ketika di KPPS saksi-saksi menandatangani, tapi ketika memasuki ranah Kabupaten, tidak ditandatangani, ini kan komedi politik”. Ujarnya saat mengakhiri wawancara.

Tidak ada komentar